Tampilkan postingan dengan label IELTS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IELTS. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2015

Tes IELTS

Mengerjakan tes IELTS


Masih tergambar jelas dalam ingatan saya, waktu itu hari Sabtu 14 Desember 2014 saya memakai kemeja kota-kotak biru, blue jeans, dan sepatu kets. Hari itu merupakan hari yang penting karena kemampuan bahasa Inggris saya akan diuji dalam tes IELTS. Pukul 07.00 saya berangkat ke lokasi tes di Jl. Simanjuntak, Yk, bersama seorang teman yang luar biasa. Mengapa pagi sekali? Panitia tes lah yang meminta kami, peserta tes, untuk hadir jam 07.30.

Pada awalnya, saya pikir tes akan segera dimulai, tapi ternyata baru dimulai pada pukul 09.30. Ada apa gerangan? Ternyata masih ada yang harus dilakukan peserta tes, yaitu pengambilan gambar dan finger-print¬. Oya, pada saat dilakukan kedua hal tadi, peserta akan dikumpulkan di satu tempat dan diberi nomor peserta yang harus dijaga. Lainnya adalah seputar teknis pelaksanaan tes yang membutuhkan perhatian ekstra karena penguji yang membacakan aturan sangat disiplin dalam menyampaikan aturan tersebut.

Tibalah saat mengerjakan. Ruangannya sangat dingin tetapi kualitas sound sangat baik sehingga dapat terdengar dengan jelas. Oya, sesi listening dikerjakan dengan cukup baik dan dengan sedikit gugup. Saran saya, kerjakanlah dengan se¬-rileks mungkin. Reading sesuai dengan yang saya prediksi selama ini, masih susah untuk dikerjakan karena banyak kata-kata yang tidak saya ketahui artinya. Setelah itu, saya melakukan kesalahan kecil yang berdampak besar pada sesi Reading. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa sesi Writing terbagi ke dalam dua tugas, yaitu task 1 dan task 2. Saya lupa bahwa dalam sesi ini tidak ada  pemberitahuan untuk pergantian task, maka terjebaklah saya sehingga hasilnya kurang maksimal. Speaking saya lakukan dengan cukup baik.
Hal yang saya pelajari dari pengerjaan tes ini adalah bahwa persiapan, baik dengan latihan maupun lainnya, sebelum mengerjakan tes ini mutlak diperlukan karena akan memberikan bantuan baik secara kasat mata maupun tidak. Hehe. Serius.

Kamis, 22 Januari 2015

Students walking in the crowd


“Universities should accept equal number of male and female students in every subject. To what extent do you agree or disagree?”

The number of accepted students in a university is sometimes unequal between male and female. This matter  somehow cause a debatable point whether the acceptance of male and female students should be equal or not in every subject. Therefore, offcourse, will be pros and cons on this issue.

Those who agree with the equality might underlie their argument on the right to freely choose the subjects based on the student’s interest. In this case, the restriction on the student acceptence might be seen as a right violence and a force since every student, male or female, has his/ her right to choose any field of study. 

Others argue in considerations that not every subject suit and match male or female. Nursery field, for the example, might only qualify female and so with subject of civil engineering which probably require male ability that happen only to the male student. Those who stand for this side see that male and female has a special character which automatically impacts to the choice of qualified field of their study. Thus, any restriction to the male and female become more important.

These contradictive views have its consideration. Each has its own considerable argument. Nevertheless, the decision to give young student right to choose their interest would be a wise way so that they can concentrate to their study without any hesitation.



Rabu, 21 Januari 2015

Hari-H Pelaksanaan Tes IELTS


Fokus mengerjakan tes IELTS


Saya belajar satu hal penting dari tes IELTS: sebanyak apapun kamu berlatih, sepintar apapun kamu dalam bahasa Inggris, semuanya akan menghilang jika kamu nervous. Ya, gugup adalah salah satu faktor yang memberikan andil bagi ketidakfokusan dalam pengerjaan tes. Tulisan ini tidak bertujuan untuk mencari kambing hitam, tetapi untuk mencari tahu cara menghilangkan gugup tersebut.

Setelah mengerjakan seluruh tes dalam IELTS, saya mencoba menerka-nerka sebab kegugupan yang muncul waktu itu. Sejauh ini, saya mendapati bahwa gugup tersebut muncul karena saya tidak banyak berlatih sehingga, pada saat pelaksanaan tes, saya tidak cukup percaya diri dan berujung pada gugup tadi. Ya, sejatinya rasa gugup tersebut disebabkan karena diri kita tidak percaya diri. Oleh karenanya, kita perlu mencari cara agar, paling tidak, kegugupan tersebut bisa berkurang, lebih-lebih tidak gugup sama sekali. Salah satu cara yang paling masuk akal, menurut saya, adalah dengan banyak berlatih.

Oya, hal-hal yang perlu dipersiapkan pada hari-H pengerjaan tes adalah Identitas yang kita gunakan saat mendaftar tes (paspor atau KTP) dan, untuk jaga-jaga, bukti pembayaran pendaftaran. Biasanya, peserta akan diminta datang satu jam sebelum pelaksaan tes (jam 07.30 atau 08.00) karena, sebelum tes benar-benar dimulai, akan diadakan pendaftaran ulang peserta yang meliputi finger-print dan pengambilan foto. Setelah kedua hal tersebut selesai dilakukan bagi seluruh peserta, tes siap dilaksanakan..

Pendaftaran Tes IELTS

Mendaftar tes IELTS

Sebelumnya, saya telah menjelaskan dengan singkat tentang IELTS. Sekarang, saya akan menjelaskan tentang pendaftaran tes IELTS, sejauh yang saya ketahui. Kita dapat memilih satu di antara dua cara untuk mendaftar tes ini, yaitu pendaftaran secara online dan on-the-spot dengan cara mendatangi langsung pusat tes resmi yang ditunjuk oleh penyelenggara IELTS (ESOL Cambridge, IDP, dan British Council).

Sebelum mendaftar, alangkah lebih baiknya kita menentukan jadwal pelaksanaan sehingga kita bisa mengetahui sejauh mana kita harus mempersiapkan diri kita sebelum pelaksanaan tes pada hari-H. Setelah menentukan waktu pendaftaran, saatnya melakukan pendaftaran. Jika memilih mendaftaran secara online, maka hal yang perlu dilakukan adalah mengunjungi salah satu laman penyelenggara. Laman tersebut akan mengarahkan langkah-langkah yang harus kita ambil, dari mengisi formulir sampai melakukan pembayaran.

Adapun pendaftaran secara on-the-spot dilakukan dengan cara mendatangi pusat tes resmi yang dapat dilihat melalui laman penyelenggara. Hal yang perlu dibawa ketika mendaftar adalah kartu identitas dan uang yang sesuai. Biaya pendaftaran sudah tertera dalam laman penyelenggara.

Penting untuk diingat bahwa mengambil tes IELTS bukanlah hal yang main-main, mengingat biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti tes ini cukup besar, sehingga, sebelum memutuskan untuk mengambil tes, lebih baik dipertimbangkan dengan baik terlebih dahulu, terutama dari segi kesiapan.

Sebagai rujukan, berikut saya sertakan laman terkait pendaftaran IELTS.



Sekilas tentang IELTS

International English Language Testing System

Bagi teman-teman pemburu beasiswa atau yang tertarik dengan bahasa asing, pasti tidak asing lagi dengan IELTS ini. Sistem tes bahasa Inggris yang diselenggarakan dari kerjasama ESOL Cambridge, IDP, dan British Council tersebut memang memiliki keunikan tersendiri dilihat dari format tesnya dan skornya. Kita, termasuk saya, yang berada di Indonesia mungkin sudah tidak asing dengan TOEFL dan mungkin mengira bahwa satu-satunya skema penilaian kemampuan bahasa Inggris hanya diukur melalui TOEFL ini.

Bagian tes dalam IELTS ini sama dengan TOEFL IBT yang memiliki empat bagian, yaitu Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Meskipun demikian, IELTS memiliki format dan sistem penilaian yang berbeda. Listening dalam IELTS banyak menggunakan British English sehingga terkadang bagi yang belum terbiasa akan sulit untuk menangkap maksud, bahkan kata-kata, dari sebuah pembicaraan atau pembacaan tes. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam bagian ini adalah pernyataan yang menjebak. Jawaban dari pertanyaan yang dicari kadang muncul dalam bentuk yang tersirat. Oleh karenanya, alangkah lebih baiknya jika kita benar-benar pasang telinga. Jebakan tersebut dapat dihindari dengan, salah satunya, berlatih soal-soal IELTS secara intensif.

Bagian kedua dari tes ini adalah Reading. Pada bagian ini, jawaban akan sangat mudah ditemukan dalam teks jika kita benar-benar memahami pertanyaannya. Dalam bagian ini pun penuh dengan jebakan. Seringkali, kita tidak akan menemukan kata kunci dalam kata yang sama dalam pertanyaan. Kata kunci tersebut biasanya muncul dalam bentuk yang lain dengan arti yang sama (sinonim) sehingga penguasaan persamaan kata dapat berguna pada bagian ini.

Bagian selanjutnya adalah Writing. Dalam bagian ini terdapat dua tugas, yaitu Writng Task 1 dan Writing Task 2.  Hal yang perlu diperhatikan dalam mengerjakan tulisan pada bagian ini adalah jumlah kata pada masing-masing tugas. Pada tulisan pertama, jumlah kata minimal yang diharuskan adalah 150, sedangkan dalam tulisan kedua, jumlah kata minimalnya adalah 250. Jika kata yang ditulis di bawah kedua jumlah tersebut, maka kita akan kehilangan skor. Jumah skor pada bagian ini lebih banyak dalam Writing Task 2, sesuai dengan jumlah katanya. Banyak berlatih menulis esai sangat membantu dalam pengerjaan pada Writing ini dan menghafal kosa-kata “ilmiah” juga sangat membantu.

Bagian terakhir dari IELTS ini adalah Speaking. Seperti terjemahannya, pada bagian ini kita akan diminta berbicara. Pada Speaking ini, tes dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian saat kita menceritakan tentang hal umum, menceritakan tentang diri kita, dan menceritakan tentang hal yang abstrak, biasanya tentang pendapat kita tentang suatu hal. Salah satu latihan yang dapat dilakukan adalah dengan berbicara di depan cermin atau mencari partner percakapan di dunia maya.